Proses penerimaan proposal Hibah BIMA 2026 telah berakhir. Berdasar data yang masuk, Universitas Budi Luhur berhasil mengirim 131 proposal penelitian dan 62 pengabdian masyarakat.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, Program Studi Sistem Informasi (SI) menjadi kontributor terbesar dengan 18 proposal, diikuti oleh Teknik Informatika (TI), Manajemen, dan Ilmu Komunikasi yang masing-masing mengajukan 14 proposal. Hal ini menunjukkan bahwa prodi-prodi tersebut memiliki jumlah dosen aktif meneliti yang relatif tinggi serta budaya riset yang sudah terbentuk dengan baik.
Menariknya, Program Studi S3 Komputer menunjukkan kontribusi yang sangat signifikan, dengan total 13 proposal, sehingga menempati lima besar program studi paling produktif. Capaian ini menegaskan peran strategis program doktor dalam penguatan riset dan pengembangan keilmuan di institusi.
Pada jenjang pascasarjana lainnya, S2 Komputer tercatat mengajukan 10 proposal, sementara S2 Komunikasi menyumbang 8 proposal. Hal ini menunjukkan bahwa dosen pascasarjana, khususnya di rumpun komputasi dan komunikasi, memiliki keterlibatan aktif dalam penelitian.
Program studi dengan kontribusi menengah antara lain Akuntansi (AKT) dan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang masing-masing mengajukan 7 proposal, serta Hubungan Internasional (5 proposal) dan Kriminologi (4 proposal). Sementara itu, beberapa program studi lain seperti S2 Akuntansi, Elektro, dan S3 Manajemen mengajukan masing-masing 3 proposal.
Program studi dengan jumlah proposal relatif rendah (≤ 2 proposal) antara lain D3 Komputer Akuntasi, Arsitektur, Sekretari, Manajemen Bencana, dan Sistem Komputer. Prodi-prodi ini tetap menunjukkan partisipasi dosen, namun masih memerlukan penguatan dan pendampingan penelitian ke depan.
Jika ditinjau dari skema penelitian, mayoritas dosen memilih skema:
a. Penelitian Fundamental – Reguler
b. Penelitian Tesis Magister
c. Penelitian Dosen Pemula
d. Penelitian Disertasi Doktor
e. Penelitian Luaran Prototype
Skema Penelitian Fundamental – Reguler menjadi skema yang paling banyak dipilih, terutama oleh dosen dari program studi S1 dan S3, termasuk S3 Komputer, yang menandakan fokus pada pengembangan keilmuan dan riset dasar. Sementara itu, Penelitian Tesis Magister banyak dipilih oleh dosen pada program studi S2 dan S3 sebagai bagian dari penguatan riset berbasis pembimbingan mahasiswa.
Skema Penelitian Dosen Pemula dominan digunakan oleh dosen-dosen dari prodi S1, yang mencerminkan upaya peningkatan kapasitas riset bagi dosen pada tahap awal karier akademik.
Grafik berikut menggambarkan distribusi proporsional jumlah proposal penelitian per program studi. Untuk meningkatkan keterbacaan, program studi dengan jumlah proposal kecil digabung dalam kategori “Lainnya”.
Dari Grafik terlihat bahwa:
a. SI menyumbang 13,7% dari total proposal
b. TI, Manajemen, dan Komunikasi masing-masing berkontribusi 10,7%
c. S3 Komputer menyumbang sekitar 9,9%, menunjukkan kontribusi yang hampir setara dengan prodi S1 besar
d. S2 Komputer (7,6%) dan S2 Komunikasi (6,1%) juga memberikan kontribusi yang berarti
e. Kategori “Lainnya” menyumbang sekitar 13,0%, mencerminkan keterlibatan lintas program studi secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, grafik di atas juga memperlihatkan bahwa kontribusi penelitian tidak hanya terpusat pada program studi sarjana, tetapi juga didukung kuat oleh program pascasarjana, khususnya S3 Komputer, sebagai penggerak utama kegiatan riset.
Proposal Abdimas
Jumlah proposal pengabdian sejalan dengan jumlah dosen yang terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program studi dengan jumlah dosen aktif pengabdian tertinggi adalah AKT dan SI, masing-masing dengan 9 dosen pengusul.
Berdasarkan skema pengabdian yang dipilih (berdasarkan pola umum data), mayoritas dosen memilih skema Pengabdian Reguler / Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, diikuti oleh skema Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian difokuskan pada implementasi langsung ke masyarakat serta penguatan peran keilmuan dosen dalam menyelesaikan permasalahan sosial.
Grafik di atas memperlihatkan distribusi proporsional proposal pengabdian kepada masyarakat per program studi. Untuk meningkatkan keterbacaan visual, program studi dengan jumlah proposal kecil digabung ke dalam kategori “Lainnya”.
Interpretasi Grafik:
a. Program Studi Akuntasi dan SI masing-masing menyumbang 14,3% dari total proposal pengabdian
b. Program Studi TI berkontribusi 12,7%
c. Program Studi Ilmu Komunikasi dan Manajemen masing-masing 9,5%
d. Program Studi Arsitektur, HI, dan Kriminologi masing-masing 6,3%
e. Kategori Lainnya (11,1%) menunjukkan partisipasi tetap ada dari prodi dengan jumlah proposal lebih kecil
Secara keseluruhan, grafik menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat relatif lebih merata dibandingkan penelitian, dengan kontribusi signifikan dari berbagai program studi.
DRPM sebagai administrator dalam proses pengiriman proposal Hibah sangat mengapresiasi atas partisipasi ilmiah para dosen. Jumlah proposal yang sangat fantastik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Budaya ilmiah telah tumbuh dan harus berkembang menyongsong Budi Luhur Emas 2029.


